Jelajahi Gurun Bernama Hati
Angin yang berhembus hanya membawa kabar sunyi
Mencari ketenangan di padang gersang
Kekeringan yang berjubah keindahan
Palung-palung pasir dalam tak teraba
Tersesat di relung-relung sepi
Cahaya siang yang membakar, legam jiwamu membatu
Liang malam berselimut dingin, kaku nuraniku membeku
Huh, gurun ini persinggahan bagi sosok-sosok hening
Kutanam pasak perhentian di bentangan pasir berdinding badai
Bukan mimpi, kupilih disini tuk menanti
Salju dan kesejukan yang kan kembali
An..ngin, hibur aku dalam penantian
An..ngin, aku lancang melawan arusmu
An..ngin, sekalipun musim berganti
An..ngin, kutau maafmu tiada henti
***
Mengapa saat kusadari bahwa diri ini hina malah kesombongan yang muncul. Rasanya hal seperti ini tidak bisa disebut sebagai kesadaran.
Semakin tak mengerti, siklus energi dan hanya menyisakan letih.
Melangkah setapak lalu berlari, belum terlihat garis henti.
Cobalah mengenalku, tapi jangan coba mengerti aku.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home