1 Pilih kasih... Pilih kamu bukan dia ... Cuma rasa
Salam,
_daulat Tuan Penggenggam hati_
Maafkan saya kawan, saya memang pilih kasih. Saya manusia yang pemilah. Bila kamu sebut itu kelemahan maka nyatalah memang aku lemah. Tak ayalnya manusia, saya memang makhluk dengan perasaan yang suka pilih-pilih.
Tidak begitu sakit, cuma sedikit perih. Tapi kamu sudah cukup memberi arti buat saya. Rasa yang mungkin hanya sementara ini pilih kamu tentunya bukan dia. Naif memang, saya yang bukan apa-apa ini sudah lancang mengolah rasa.
Kawan. Itu cuma rasa. Mungkin. Ya cuma rasa.
Seharusnya dia juga bisa mengerti kalau itu cuma rasa.
Ya. Karena kita cuma punya serpihan cerita.
Tuan mohon beritakan hamba jika itu cuma rasa. Ya cuma rasa.
m2d,
*untuk 999 kamu atau 1001 dia
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuan saya miliki mereka, bukan dia atau dia. Kulihat darah kami sama. Oh tidak, bukan saya, tapi Tuan.
=======================================================
_daulat Tuan Penggenggam hati_
Maafkan saya kawan, saya memang pilih kasih. Saya manusia yang pemilah. Bila kamu sebut itu kelemahan maka nyatalah memang aku lemah. Tak ayalnya manusia, saya memang makhluk dengan perasaan yang suka pilih-pilih.
Tidak begitu sakit, cuma sedikit perih. Tapi kamu sudah cukup memberi arti buat saya. Rasa yang mungkin hanya sementara ini pilih kamu tentunya bukan dia. Naif memang, saya yang bukan apa-apa ini sudah lancang mengolah rasa.
Kawan. Itu cuma rasa. Mungkin. Ya cuma rasa.
Seharusnya dia juga bisa mengerti kalau itu cuma rasa.
Ya. Karena kita cuma punya serpihan cerita.
Tuan mohon beritakan hamba jika itu cuma rasa. Ya cuma rasa.
m2d,
*untuk 999 kamu atau 1001 dia
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuan saya miliki mereka, bukan dia atau dia. Kulihat darah kami sama. Oh tidak, bukan saya, tapi Tuan.
=======================================================
0 Comments:
Post a Comment
<< Home